Kenapa Teknisi Jaringan?

Sebenernya gue hampir kehabisan materi buat ngisi website ini. Tapi bagaimanapun juga gue harus menafkahi website atau dia akan terkubur dan dilupakan oleh seluruh pengguna internet baik itu di alam bumi maupun alam-alam yang lainnya.

Sebagai newbie pada bidang Network Engineering, ilmu gue masih tergolong sangat dasar. Dasar banget. Mungkin seperti dasarnya lautan lebay mode: on. Tapi gue rasanya ingin berbagi sesuatu yang dapat bermanfaat untuk orang lain. Nah, mulai dari hal kecil tentunya karena hasil yang besar pasti bermula dari usaha yang kecil, bener kan?

Dasar menjadi seorang Network Engineer perlu skill khusus, di antaranya mampu membaca paket data OSI layer, penguasaan subnetting, desain jaringan dan tentunya troubleshooting.

Dan di antara itu semua, gue punya…

Gak ada.

Ya, satupun gue ngga punya skill di atas.

Tapi gue mau berusaha. Berusaha setidaknya menguasai satu, dua, tiga skill atau bahkan seluruhnya jika gue mampu. Sehingga nantinya gue bener-bener bisa menjadi seorang Network Engineer sungguhan. Meskipun job role gue saat ini juga seorang Network Engineer, tapi Network Engineer kacangan, haha.

Menurut salah satu tutor di tempat training gue, jadi seorang Network Engineer itu cuma perlu hapal instruksi dasar berikut:

  • Kasih IP Address di setiap interface yang akan digunakan dan nyalakan
  • Tentukan routing protocol
  • Berdo’a supaya semua konfig yang sudah dilakukan bisa berjalan

Dan enaknya lagi, setiap perangkat jaringan menggunakan standarisasi penomoran IP yang sama, sistem operasi yang sama (meskipun ada yang beda tapi ngga jauh-jauh amat bedanya), routing protokol yang sama, serta Interfacing yg sama pula.

So, artinya menjadi Network Engineer tidak perlu repot-repot mendalami sebuah arsitektur perangkat jaringan sampai deep. Anda cuma perlu belajar secara Universal.

Well, that’s why Network Engineer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *