Jenis Metode Backup & Penyimpanan Data Dalam Dunia Komputer

Apa Itu Backup?

Ketika kita membangun sebuah sistem yang handal dan dilengkapi dengan infrastruktur yang serba canggih, tidak akan pernah berguna jika di suatu hari kemudian sistem tersebut rusak dan kita tidak memliki data cadangannya (backup). Backup! yang betul disinilah peran penting backup sebagai unsur PROTECTION terhadap data-data yang dianggap krusial. Secara terminologi backup adalah proses membuat data cadangan dengan cara menyalin atau membuat arsip data komputer sehingga data tersebut dapat digunakan kembali apabila terjadi kerusakan atau kehilangan.

Backup Secara Tradisional

pecara tradisional cara melakukan backup adalah menyalin data secara utuh (full backup) ke storage / media penyimpanan lainnya yang dianggap aman, disarankan memang berbeda lokasi dari lokasi sumber data berada. Namun, konsep ini selain memerlukan storage yang ekstra besar juga membutuhkan waktu yang sangat lama. Logika sederhana apabila kita memiliki data sebesar 100 GB yang hendak dibackup menggunakan metode full backup melewati jalur LAN Gigabit (1Gbps) ke storage HDD biasa maka memerlukan waktu sekitar 10 menit (ingat bottleneck ada pada kecepatan baca tulis HDD). Jika diakumulasikan dalam waktu satu minggu total data yang dibackup hampir mencapai 1 TB. Nah, kalau sudah begini berapa kapasitas storage yang harus digunakan jika data yang akan kita simpan hingga waktu 1 bulan? sekitar 4 TB. Woow! eit.. tunggu dulu ini saya asumsikan hanya backup data untuk sebuah server. Bagaimana jika kita  punya 5 atau sepuluh server yang perlu dibackup? coba kalikan saja tuh, hehehe. Yang pasti banyak banget investasi yang perlu dikeluarkan khusus untuk backup.

Metode Backup

Setelah era full backup sudah mulai tidak dianggap efisien, muncul metode baru dalam backup, yakni incremental backup dan differensial backup yang dianggap efisien dalam melakukan backup. Perbedaan incremental dan differensial di bawah ini:

Incremental

  • Setiap incremental backup hanya dilakukan jika ada perubahan terhadap sumber data sebelumnya
  • Misal Full backup > incremental1 > incremental 2 > incremental3> inceremental4
  • Mata rantai incremental backup tidak boleh satu pun ada yang rusak jika ingin proses restore data atau recovery berhasil (contoh apabila incremental3 rusak maka incremental4 tidak dapat diakses)

Differensial

  • Setiap differiensial backup dilakukan jika ada perubahan terhadap sumber data awal (full backup)
  • Misal Full backup (fb) > differensial1
    • (fb)>>>>>>>>>>> differensial2
    • (fb)=>>>>>>>>>>>differensial3
    • (fb)==>>>>>>>>>>>differensial4
  • Mata rantai differensial backup boleh putus¬† karena berdiri sendiri-sendiri (contoh jika differensial3 rusak maka differensial4 masih bisa melakukan restore data)

Perlu diingat bahwa untuk melakukan restore data antara incremental backup dan differensial backup sama-sama memerlukan Full Backup. Jadi jika kita memiliki keduanya tapi tidak memiliki full backup maka percuma saja.

types_of_backupMetode backup. Sumber gambar: Acronis

Deduplikasi dan kompresi

Lepas dari metode backup yang sudah dijelaskan sebelumnya adapula teknologi yang memang diciptakan khusus untuk mengefisiensikan incremental & differential backup, antara lain adalah deduplikasi dan kompresi.

Kompresi

Bagi Anda yang sering menggunakan WinZIP atau WinRAR pasti sudah mengerti tentang teknologi kompresi. Ya kurang lebih sama dengan teknik yang dimaksud tersebut. Intinya agar data yang dibackup menjadi lebih ringkas dan hemat tempat. Kompresi dengan algoritma LZMA adalah yang banyak dipakai dalam dunia kompresi data. Namun sayangnya kita perlu ekstra hati-hati karena proses backup yang dibarengi dengan kompresi dapat membutuhkan waktu yang lumayan lama dan memberatkan sistem. Saran saya lakukan backup dengan kompresi apabila di luar jam kerja.

Deduplikasi

Di dekade terakhir ditemukan teknologi baru yang memungkinkan penyimpanan data jauh lebih efisien ketimbang menggunakan teknik kompresi. Ia adalah deduplikasi. Bagaimana cara kerjanya? mudah saja secara logika apabila anda mengirim email sebesar 2MB ke 100 penerima maka total yang harus dibackup adalah 2 x 100 MB pada email server karena Anda memang secara real mengirimkan file email sebesar itu.

Dengan deduplikasi data email yang sebelumnya dapat dikompres hanya menjadi 2MB x 1 penerima + metadata yang lainnya (tidak besar) sehingga selisih yang dihasilkan cukup besar yaitu 98 MB!!

Nah oleh karena itu sangat direkomendasikan jika ingin melakukan backup secara efisien dan reliable pilihlah jenis incremental backup dengan mengaktifkan fitur kompresi juga deduplikasi.

Selamat melakukan backup!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *