Review & Cloning SSD Samsung EVO 850

Beberapa hari ini Gue sedang sibuk-sibuknya melakukan simulasi software untuk virtualisasi. Tidak lain dan tidak bukan adalah demi mengambil sertifikasi VCP-DCV. Fokus sekarang sudah mulai berubah. Dulu pengen jadi seorang yang expert di satu bidang, networking. Tentunya Gue pasang target setinggi-tingginya, CCIE. Eeh, kok sekarang semenjak tren virtualisasi semakin booming, tuntutan menjadi expert di satu bidang seperti sudah pelan-pelan mulai Gue lupakan. Terlebih lagi bulan lalu sempat ikutan workshop Jawdat yang membahas tentang SDN & NFV, tren dunia network masa depan yang bersinggungan dengan virtualisasi. Kalau sekarang paradigma network skala besar ditunjang dengan router-router besar dalam jumlah fisikal yang banyak, tidak begitu di masa depan. Dengan virtualisasi kita dapat mereduksi kebutuhan router secara fisik sehingga menghemat cost: efisiensi listrik, pemeliharaan dan tempat. Selain itu teknologi SDN, yaitu pemisahan fungsi control plane dan data plane juga diklaim dapat mengeliminasi kesulitan untuk melakukan konfigurasi network pada sisi akhir pengguna. Yup, di masa depan mungkin kita bisa beli router di mini market terdekat tanpa harus pusing melakukan setting nantinya karena semua dilakukan oleh provider.

Ok, back to main topic.

Seiring dengan kebutuhan untuk melakukan virtualisasi dengan jumlah VM (Virtual Machine) yang cukup banyak maka dituntutlah Gue untuk punya satu perangkat keras yang mumpuni. Laptop Thinkpad yang beberapa bulan lalu Gue beli sebenarnya sudah cukup mumpuni dari segi prosesor dan RAM, tapi sayangnya kapasitas SSD nya cuma 128 Gb. Untuk partisi recovery saja sudah ada alokasi 30 GB, belum lagi jumlah VM yang semakin banyak menuntut Gue untuk melakukan upgrade SSD. Ya, akhirnya Gue upgrade SDD menjadi 128 GB dan tetap memakai merek yang sama, Samsung.

Merek SSD bawaan dari laptop Gue adalah Samsung dengan tipe 470 dengan kecepatan r/w +-280MB/s. Dan kemudian Gue akan melakukan pergantian menjadi SSD Evo 850 256 GB. Secara spesifikasi interface masih sama menggunakan SATA 3 Gbps. Hanya ukurannya saja yang berbeda. Mulailah Gue membongkar si laptop.

IMG_20150907_145806

Harga yang ditawarkan oleh vendor berkisar 1.350k ~ 1.450k. Kebetulan Gue dapet harga yang lumayan bagus karena langsung ketemu dengan distributor. Kelengkapan yang didapat hanya SSD tanpa breket (jika ingin dipasang pada komputer maka perlu breket tambahan), buku manual, kartu garansi dan CD software untuk migrasi data.

IMG_20150907_163821

Beda dengan SSD yang Gue punya sebelumnya, Corsair misalnya dilengkapi dengan breket tapi tanpa ada tambahan adapter 9mm (buat yang sudah pakai SSD super slim), sedangkan Crucial dapat adapter 9mm tapi tanpa ada breket untuk pemasangan pada komputer.

Kemudian untuk menghemat waktu daripada harus instal ulang OS maka Gue putuskan untuk melakukan cloning dari SSD lama (128 GB) pindah ke SSD baru (256 GB) menggunakan aplikasi HDClone. Gambar di bawah menunjukkan ilustrasi partisi data yang akan di-cloning dari disk 0 ke disk 1.

drive explorer

Mari kita buka aplikasi HDClone. Pada dashboard kita pilih cloning.

hdclone dashboard

Tentukan source SSD yang mau di-clone. Pilih Samsung MZ7PA.. 128 GB.

source ssd

Next, kemudian pilih target SSD yakni SSD 850 EVO.

target ssd

Next, centang opsi Verifying, Source & Target.

advanced option

Karena jumlah partisi source SSD lebih dari satu maka dapat dipilih mana saja yang mau di-cloning. Karena kita ingin semua di-clone maka tinggal langsung next saja.

pre start

Setelah itu proses cloning akan mulai. Estimasi yang diberikan pada versi FREE lebih dari 1 jam karena fitur accelerating cloning ter-disable.

 

cloning process detail

Satu jam berlalu dan proses cloning telah berhasil dengan rata-rata kecepatan 30.6 MB/s.

cloning result

Setelah itu kita pasang SSD yang baru ke laptop Gue. Saat power up pertama kali Windows langsung meminta menginstal driver SSD yang baru. Karena mereka sudah memiliki library-nya seharusnya driver dapat langsung terinstall.

Setelah Gue tes selama 3 hari ternyata tidak ada konflik/BSOD sehingga Gue bisa pastikan proses cloning sudah berhasil.

Well, inilah hasil akhirnya. Kecepatan yang menakjubkan dari SSD EVO 850!

samsung ssd 850 256 gb - crystaldiskmark

What a great performance shown by SSD EVO 850!

*Balikbelajarlagiahh*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *