vSphere 5 – Desain dan Implementasi Lanjutan (Bagian Satu)

Sebelum mulai membaca artikel sebaiknya baca dulu pemahaman istilah dan konsep dasar yang pernah Gue buat sebelumnya.

http://rachmadona.net/computer/vsphere-5-pemahaman-istilah-dan-konsep-dasar-bagian-satu/

http://rachmadona.net/computer/vsphere-5-pemahaman-istilah-dan-konsep-dasar-bagian-dua/

http://rachmadona.net/computer/vsphere-5-pemahaman-istilah-dan-konsep-dasar-bagian-tiga/

Kemudian baca juga panduan singkat instalasi & konfigurasi esxi, vClient serta membuat VM di sini.

http://rachmadona.net/computer/server/vsphere-5-instalasi-dan-konfigurasi-dasar/

Nah, apabila sekarang sudah paham betul mengenai hal-hal di atas seharusnya apa yang akan Gue bahas berikut ini tentu tidak akan terlalu sulit untuk dicerna 😀

Perangkat Simulasi & Desain Topologi

Meskipun apa yang akan Gue bahas di sini adalah simulasi yang dijalankan di dalam VMware Wokrstation, namun pada kenyataannya ini sangat mungkin diimplementasikan di dalam lingkungan produksi atau kerja. So, secara garis besar tentunya bakal memenuhi kebutuhan Anda semua yang baru mulai terjun di dalam dunia virtualisasi.

Perangkat yang Gue pakai untuk simulasi adalah laptop Lenovo ThinkPad X220 dengan spesifikasi sbb;

  1. Prosesor Intel i5 2520M (Sandy Bridge, sehingga support handle 16gig ram)
  2. RAM 16gig (wajib hukumnya karena kita akan menjalankan 5 VM sekaligus nanti)
  3. SSD 256GB (sangat tidak disarankan menggunakan HDD untuk simulasi karena performa akan sangat lambat)

Jika Anda memiliki jenis atau merek komputer lainnya silahkan dipakai asal spesifikasi kurang lebih sama seperti yang di atas, khususnya RAM.

Lanjut ke skema topologi. Di sini Gue menggunakan 5 server yang digunakan untuk;

  • Server berfungsi sebagai DNS server (+ AD: Active Directory, kalau di real production)
  • Server untuk instal vCenter
  • ESXI A (vSphere A)
  • ESXI B (vSphere B)
  • FreeNAS (untuk shared storage)

topologi dasar

Nanti di masing-masing ESXI kita akan buat satu VM untuk tes vMotion, HA & Fault Tolerance. Ok, keep tune ya, guys.

Instalasi Server

Khusus untuk instalasi sistem operasi untuk DNS Server, vCenter dan ESXI Gue anggap kalian sudah bisa semuanya termasuk konfigurasi IP. Tinggal nanti yang instalasi FreeNAS baru akan Gue jabarkan langkah-langkahnya. Oh iya, FYI semua sistem operasi untuk server Gue pakai produk Mikocok yah. Untuk DNS server gue pakai Windows 2003 Enterprise. Untuk vCenter Gue pakai Windows Server 2008 Standar karena Windows 2003 sudah tidak support vCenter 5.5. Buat Anda yang mahir linux monggo kalau mau instal BIND sebagai pengganti DNS server, dan deploy VCSA (vCenter Server Appliance) agar tidak pusing dalam melakukan instalasi vCenter. Bebas aja kalo Gue mah gitu orangnya :p

Oh iya, jangan lupa setelah sukses menginstal seluruh sistem operasi pastikan pengaturan DNS  setiap klien mengarah ke DNS server yang telah dibuat.

Konfigurasi VMnet

Perlu Anda ketahui agar semua server dalam simulasi ini dapat saling komunikasi maka konfigurasi VMnet nya harus seragam. Terserah mau pakai VMnet berapa asal tidak digunakan untuk fungsi yang lain, misal NAT/Host only. Contoh di simulasi Gue pakai VMnet3 untuk semua server termasuk FreeNAS.

VMnet config

Manajemen Prosesor & RAM

Supaya perangkat yang kita gunakan untuk simulasi kali ini nggak exhausted, maka kita harus tentukan nih alokasi prosesor dan ram untuk masing-masing server. Sebagai contoh Gue kasih alokasi sbb;

  1. DNS server cukup 512 MB RAM, dan 1 vCPU
  2. vCenter 4 GB RAM dan 2 vCPU (vCenter 5.5 min RAM >4GB)
  3. ESXI A 4 GB  RAM dan 2 vCPU (Karena perlu untuk provision VM nantinya)
  4. ESXI B (Sama dengan atas)
  5. FreeNAS 512 MB dan 1 vCPU

Jika ditotal maka 512+4096+4096+4096+512 =13.312 masih dalam batas aman karena spare +-2GB untuk sistem operasi host Gue, Windows 7 64 bit Pro.

Instalasi vCenter

Ok, Gue anggap sekarang Anda sudah berhasil menginstal sistem operasi server dan juga ESXI. Jadi lanjut melakukan instalasi vCenter. Seperti yang sudah Gue singgung sebelumnya. Ada dua metode untuk provision vCenter, yaitu di atas OS atau deploy langsung pakai appliance (VCSA). Jika jumlah host (ESXI) tidak terlalu banyak <10 maka VCSA adalah pilihan tepat. Selain proses deploy-nya cepat, instalasi model ini tidak memerlukan lisensi tambahan untuk sistem operasi tempat di mana vCenter bernaung, halah. Namun jika jumlah host >10 maka sebaiknya instal vCenter di atas sistem operasi, karena mendukung banyak fitur dengan kapasitas database yang besar pula.

Cukup buat intermezzo-nya, balik ke topik utama.

Unduh installer vCenter versi 5.5 kemudian mount ke dalam OS. Nanti akan muncul wisaya untuk melakukan instalasi vCenter.

vcenter installation 1

Di situ tertera urutan proses instalasi vCenter Server:

  1. Instalasi vSphere SSO
  2. Instalasi vSphere Web Client
  3. Instalasi vSphere Inventory Service
  4. Instalasi vCenter Server

Secara dasar tidak ada konfigurasi yang perlu dilakukan, hanya tinggal next saja.

vcenter installation 3

Poin penting pada wisaya ini adalah hostname harus FQDN (lengkap berikut nama domain, jika ada domain) dan pengaturan DNS sudah ok. Dibuktikan dengan muncul notifikasi DNS resolution is successful.

vcenter installation 4

Pastikan simpan password dengan aman karena password inilah nanti yang akan digunakan untuk login ke dalam vCenter Server.

vcenter installation 6

Karena kita menggunakan evaluation version baik itu pada sisi ESXI dan vCenter, maka biarkan kolom tersebut kosong. Meskipun demikian kita masih dapat melakukan konfigurasi selama 60 hari.

vcenter installation 7

Nah, jika jumlah host kita hanya di bawah 5, maka kita dapat memilih menggunakan SQL Express Edition sebagai database sedangkan jika lebih dari 5 maka disarankan menggunakan SQL versi enterprise.

vcenter installation 9

Di wisaya selanjutnya muncul konfigurasi port yang akan digunakan untuk instalasi vCenter Server. Perhatikan port-port tersbut dan catat apabila diperlukan di masa mendatang.

vcenter installation 10

JVM memory menentukan pemakaian memory (RAM) terkait pembuatan inventory untuk menampung banyak VM. Semakin besar kapasitas inventory semakin besar pula konsumsi RAM nya. Pada pilihan ini Gue pakai yang small karena jumlah host cuma dua dan hanya ada 3-4 VM di dalamnya.

vcenter installation 12

Apabila tidak ada error yang muncul maka dipastikan proses instalasi vCenter Server telah berhasil seperti yang nampak pada gambar di atas.

Ok, pada artikel selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi vCenter Server.

Don’t go anywhere, Guys!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *