Wireless Repeater vs WDS Bridge

Mana yang lebih baik?

Itu tergantung dari topologi yang Anda inginkan. Apabila Anda ingin memiliki manajemen klien terpusat dan SSID sama pada semua AP klien sehingga menciptakan teknologi Wireless Roaming, maka gunakanlah WDS Bridge. Sedangkan jika ingin manajemen klien terpisah dan banyak variasi SSID, gunakan Wireless Repeater. Perlu diingat bahwa kedua teknologi ini memangkas total bandwidth menjadi dua, yaitu untuk menerima dari AP pusat dan menyebarkan kembali ke klien. Bedanya WDS melakukan bridging MAC dari klien WDS hingga AP pusat, sedangkan Wireless Repeater melakukan masking MAC dari secondary SSID (extended channel) ke AP pusat.

Contoh penerapan WDS Bridge sangat cocok pada sistem RT-RW Net dengan banyak klien WDS sebagai penguat sinyal agar klien yang berpindah-pindah tidak perlu melakukan koneksi ulang wifi. Selain itu manajemen pengguna berbasis hotspot memang direkomendasikan dikelola pada satu perangkat saja jadi tidak terlalu sulit ketika melakukan tshoot. Untuk skala perhotelan juga bagus diterapkan, namun ingat usahakan AP pusat selalu berada di tengah agar pengurangan bandwidth tidak menjadi terlalu drastis.

wds-hotel-wrong

Contoh di atas adalah desain yang salah untuk menerapkan WDS Bridge karena posisi AP pusat tidak berada di tengah. Misal kondisi bangunan hotel memiliki 9 lantai, maka posisi AP pusat yang ideal apabila ingin menerapakan WDS Bridge adalah berada di lantai 5. Bukan di lantai 1 ataupun lantai 9. Karena apabila diletakkan di sana maka bandwidth antar klien WDS semakin berkurang drastis.

wds-hotel-right

Contoh di atas adalah penerapan yang ideal untuk WDS Bridge karena posisi AP pusat berada di tengah. Jadi apabila ada pengguna yang sedang konek melalui wifi di lantai 1 ketika dia berpindah ke lantai yang lainnya tidak perlu melakukan koneksi ulang karena WDS Bridge menggunakan teknologi Wireless Roaming.

Lalu bagaiman dengan Wireless Repeater? Kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya? Asumsi sederhana Gue adalah ketika penerapan WDS tidak berfungsi dan atau ingin menyembunyikan SSID utama agar tidak diketahui oleh klien pengguna.

Kenapa WDS bisa jadi tidak berfungsi? Ya, karena teknologi ini tidak selalu dapat diterapkan pada setiap perangkat wireless. Menurut ketentuan di Wikipedia mengenai WDS, untuk menggunakan fitur ini diperlukan perangkat wireless yang memiliki chipset sama antara kedua sisi, AP dan Klien. Namun untuk beberapa skenario mungkin didapati bahwa WDS bisa berfungsi meskipun AP dan Klien memiliki beda chipset. Biasanya ini terjadi WDS mode kompatibel dalam mode software.

Secara ilustrasi, berikut perbedaan secara garis besar antara WDS Bridge vs. Wireless Repeater.

wds-illustration

wireless-rep-illustration

Semoga artikel kali ini bermanfaat buat kita semua, Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *