Yang Perlu Diketahui Tentang Listrik

LISTRIK merupakan salah satu sumber energi terpenting dalam kehidupan modern. Hampir semua peralatan yang dekat dengan kehidupan manusia selalu membutuhkan listrik. Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat dan industri.

Selain berguna bagi kehidupan, di sisi lain listrik bisa berbahaya, terutama yang bertenaga tinggi. Kesalahan penanganan instalasi listrik dapat mengakibatkan kejadian yang cukup fatal, dari cacat fisik hingga nyawa melayang.

Seperti halnya air ataupun api, listrik jika dalam keadaan ‘jinak’ –dengan kondisi sebesar apa pun- akan bermanfaat bagi kehidupan. Walaupun demikian, dalam menangani instalasi listrik, seseorang lebih sering mengandalkan orang lain, bahkan untuk hal-hal yang cukup sederhana.

Jika paham, sebenarnya orang awam pun mampu melakukan aktivitas ini. Yang diperlukan hanyalah sedikit keberanian, dan tentunya pengetahuan dan pengalaman tentang instalasi.

Manfaat yang didapatkan jika memahami listrik rumah tinggal di antaranya:

Memahami kelebihan dan kekurangan sistem instalasi dalam rumah.

Mengetahui titik-titik rawan dalam instalasi, misalnya titik-titik sambungan kabel, daerah-daerah berair/lembab yang dilalui kabel, letak fiting lampu, sakelar, dan stop kontak, serta hal-hal lain yang sekiranya membutuhkan pengawasan lebih.

Dapat menjauhkan anggota keluarga dari daerah-daerah yang rawan sengatan listrik.

Dapat segera mendeteksi jika terjadi kerusakan/konsleting dalam instalasi listrik.

Selain itu dengan lebih memahami listrik rumah tinggal, keselamatan diri dapat terjaga. Kecerobohan-kecerobohan yang terjadi dalam penggunaan listrik rumah tinggal dapat dihindarkan. Namun demikian, pengetahuan ini bukan untuk menjadikan seseorang ahli dalam kelistrikan, tetapi lebih bersifat untuk membantu dalam menangani aliran listrik dalam rumah tinggal, sehingga dapat lebih berguna secara lebih efektif, efisien, dan aman.

A. Energi Listrik

Sebelum membahas lebih jauh listrik rumah, dipelajari dahulu tentang asal mula energi listrik. Setiap benda dalam lingkungan sekitar bila dibagi dalam bentuk terkecil akan diperoleh sebuah unit terkecil yang disebut dengan molekul. Molekul ialah bagian terkecil dalam sebuah benda yang masih mencerminkan sifat-sifat benda tersebut. Jenis-jenis molekul diidentifikasi dengan nama-nama kimia, seperti H2O (air).

Setiap molekul dapat dibagi lagi menjadi beberapa atom, yang merupakan sebuah zat tersendiri –yang sifatnya bisa sangat berbeda dengan sifat molekul asalnya. Contohnya ialah setiap molekul H2O dapat dibagi menjadi dua atom Hidrogen (H) dan satu atom Oksigen (O).

Dalam setiap atom ini masih terdapat tiga jenis bagian lagi, yaitu proton, neutron, dan elektron. Proton dan neutron terletak pada inti atom, sedangkan elektron berada dalam orbit di luar inti atom. Sesuai dengan sifatnya, elektron akan selalu bergerak mengelilingi inti atom.

Setiap bagian atom ini memiliki jenis muatan listrik yang berbeda-beda. Proton memiliki muatan positif, neutron bermuatan netral, sedangkan elektron memiliki muatan negatif.

Jika dikondisikan dalam keadaan tertentu, elektron ini dapat ‘meloncat’ dari sebuah atom menuju atom lain. Loncatan electron ini dapat bersifat berantai dan berlangsung terus menerus sehingga membentuk sebuah aliran elektron.

Setiap aliran elektron akan mendapatkan perlawanan dari proton. Energi yang bergerak berlawanan dengan arah aliran elektron tersebut disebut dengan energi listrik. Agar energi listrik ini terjadi, dibutuhkan penggerak. Alat pemicu aliran elektron untuk menghasilkan energi listrik ini disebut dengan istilah “sumber daya” atau power supply. Contoh sumber daya listrik antara lain generator, batu baterai, dan accu.

B. Konduktor dan Isolator

Setiap elektron yang berpotensi untuk meloncat dari sebuah atom ke atom lain disebut dengan elektron bebas. Elektron bebas ini tidak dimiliki oleh setiap benda, hanya benda dengan struktur atom tertentu yang memiliki elektron bebas.

Benda yang memiliki elektron bebas dan dapat menghantarkan listrik inilah yang kemudian disebut dengan istilah konduktor. Benda-benda yang termasuk dalam kategori konduktor ialah air, larutan elektrolit, dan logam seperti tembaga, aluminium, besi, kuningan, emas, stainless steel, dan lain sebagainya.

Selain itu, benda-benda yang mengandung air maupun logam, baik berbentuk larutan maupun campuran juga dapat menghantarkan listrik, seperti tubuh manusia/hewan, tanah basah, kayu basah, kain basah, dan komposit (logam campuran).

Benda-benda yang tidak memiliki elektron bebas tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Benda-benda yang termasuk dalam kategori ini antara lain keramik/porselin, mika, kaca, kertas, karet, dan plastik.

Konduktor maupun isolator akan selalu dikombinasikan penggunaannya dalam alat listrik. Salah satu contohnya ialah sebuah kabel. Di dalam kabel terdapat tembaga yang merupakan konduktor sedangkan pada sisi luarnya terdapat lapisan karet pengaman yang merupakan bahan isolator.

C. Satuan-satuan Listrik

Dikenal beberapa satuan listrik, yaitu ampere (A), ohm (Ω), volt (V), hertz (Hz), watt (W), volt ampere (VA), kilo volt ampere (kVA), watt hour (Wh), dan kilo watt hour (kWh). Berikut arti-arti praktis satuan tersebut.

A (ampere)

Adalah satuan yang menyatakan kuat arus listrik yang mengalir melalui penghantar selama satu detik. Semakin besar daya yang dibutuhkan oleh elektronik, semakin besar pula kuat arus yang dibutuhkannya. Elektronik membutuhkan kuat arus antara 500mA hingga 5A.

Ω (ohm)

Adalah besar hambatan yang terjadi pada sebuah penghantar, alat listrik, maupun elektronik. Setiap elektronik memiliki hambatan listrik. Semakin besar hambatan listrik (Ω), semakin besar pula arus yang dibutuhkan (A) untuk menggerakkannya.

Sebuah kabel listrik normal memiliki hambatan listrik yang cukup kecil, atau bisa dikatakan nol. Elektronik memiliki hambatan listrik yang cukup besar, sekitar 1Ω hingga lebih dari 500Ω.

Hambatan listrik pada penghantar dipengaruhi oleh banyak hal, terutama suhu sehingga besar hambatan dalam elektronik dapat berubah-ubah bergantung pada keadaan suhunya.

V (volt)

Adalah beda tegangan pada dua kutub listrik (positif dan negatif). Dua buah ujung penghantar memiliki tegangan 1 volt jika mengalirkan arus sebesar 1 ampere menuju beban 1Ω.

Setiap sumber daya listrik memiliki voltase yang berbeda. Baterai kering 1,5 volt dan 9 volt, accu 12 volt, dan listrik rumah 220 volt.

Tips:

Tegangan listrik berbahaya jika lebih dari 24 volt, kemungkinan besar dapat menyengat. Jika kurang dari 24 volt, belum bisa dirasakan. Aliran listrik berbahaya jika daya yang mengalir lebih dari 50 watt atau 5A.

VA (volt ampere) dan kVA (kilo volt ampere)

Besar daya listrik adalah hasil kali tegangan dengan arus listrik. Watt juga sering di sebut dengan volt ampere (VA). Satu watt sama dengan 1 VA, sedangkan 1 kVA (kilo volt ampere) sama dengan 1000 VA, sama dengan 1000 watt. VA berbeda dengan V ataupun A saja. VA menyatakan satuan daya listrik, sedangkan V saja menyatakan jumlah tegangan listrik dan A saja menyatakan kuat arus listrik.

W (watt), Wh (watt hour), dan kWh (kilo watt hour)

Adalah besar daya yang dibutuhkan sebuah elektronik untuk beroperasi. Dalam listrik rumah tinggal, total penggunaan daya ini dibatasi, yaitu 220 W, 450 W, 900 W, 1300 W, dan lain sebagainya bergantung pada jumlah yang diajukan pada PLN. Setiap elektronik membutuhkan daya untuk beroperasi, bergantung pada fungsi dan penggunaannya, berkisar antara 15 hingga 500 watt.

Tips:

Elektronik yang menghasilkan energi gerak dan atau panas (seperti seterika, kompor listrik, ataupun pompa air) membutuhkan daya yang besar. Penggunaan alat-alat yang berkategori ini dihemat untuk menekan jumlah tagihan rekening listrik.

Penggunaan sebuah daya listrik selama 1 jam disebut watt hour (Wh). Misal, sebuah lampu 10 watt menyala selama 1 jam maka membutuhkan daya sebesar 10 Wh. Satu kWh (kilo watt hour) setara dengan 1000 Wh. Menurut satuan inilah PLN menghitung jumlah tagihan listrik, yaitu dengan menghitung total jumlah kebutuhan daya listrik (kWh) yang dipakai selama satu bulan.

Elektronik yang berbasis kumparan dan tabung memiliki daya awal yang tinggi, tetapi berangsur-angsur turun setelah beberapa waktu. Elektronik dalam kategori ini di antaranya lemari es dan TV. Selain itu, elektronik yang bekerja terus menerus dan menjadi panas, termasuk kabel yang terlalu kecil penampangnya, akan menyedot daya lebih besar dari yang seharusnya.

Tips:

Lebih baik menggunakan perabotan berbasis tabung dan kumparan secara lama daripada sering.

Hz (hertz)

Adalah frekuensi arus listrik. Sebelum memahami lebih jauh tentang Hz, dipelajari dulu tentang listrik DC dan AC.

Listrik DC

DC adalah singkatan dari Direct Current. Listrik DC adalah listrik yang mengalir dari satu arah saja, yaitu dari kutub positif (+) menuju ke kutub negatif (–). Sumber listrik DC antara lain baterai dan accu.

Listrik AC

AC adalah singkatan dari Alternating Current, atau arus listrik bolak-balik, mengalir dari sebuah kutub asal menuju kutub lainnya, kemudian balik lagi dari kutub lainnya menuju ke kutub asalnya, demikian seterusnya. Aliran listrik AC tidak memiliki kutub positif (+) maupun negatif (–). Sumber listrik AC antara lain dinamo dan generator. Listrik PLN memiliki basis aliran AC.
Frekuensi (Hz) ialah banyaknya tahap listrik bolak-balik yang terjadi selama 1 detik. Listrik AC dikatakan memiliki frekuensi 100 Hz jika listrik AC tersebut bergerak bolak-balik pada kutub-kutubnya sebanyak 100 kali selama 1 detik. Frekuensi hanya dimiliki oleh listrik AC saja, listrik DC tidak memiliki frekuensi. Jumlah frekuensi AC pada listrik PLN ialah 50 Hz

9 thoughts on “Yang Perlu Diketahui Tentang Listrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>