Instalasi Switch 22K Untuk Membagi Sinyal 2 LNB C Band & S Band

Sebenarnya gue belum lama belajar tentang dunia per-satelit-an, tapi karena rasa ‘My Curiosity‘ yang teramat sangat, so gue coba cari artikel sana-sini baca kemudian praktekkan. Memang sih masih newbie, tapi daripada sama sekali nggak bisa, iya kan? heheh. Mulai dari mempelajari jenis band sampai crimping kabel coax yang gagal dan akhirnya minta tolong tukang listrik sudah gue lakukan 😀

Setidaknya sudah berusaha.

Ada dua buah LNB di rumah gue, LNB yang pertama adalah C-band menghadap 108.2E  (pasti tau kan buat nangkep siaran apa :D), lalu LNB yang kedua adalah S-band menghadap ke derajat yang sama. Sebelumnya sempat berfikir gimana caranya supaya dengan satu dish ukuran 3 feet dipasang dengan 2 LNB menghadap ke arah yang sama. Setelah tanya sana-sini ternyata hasilnya mustahil. Bahkan dengan dish ukuran 7 atau 9 feet pun pasti akan sulit sekali. Bisa sih tapi paling ya tumpah tindih jadinya. Oh ya maksud gue di sini adalah dish yang statik yang alias gak pake aktuator. Jadi, ya mau nggak mau gue beli lagi dish tambahan plus LNB-nya.

Selanjutnya adalah beli switch 22K. Awalnya sempat bingung membedakan antara switch 22K vs diseqC switch karena memang secara fungsinya hampir sama, yaitu membagi sinyal beberapa LNB ke sebuah receiver. Bedanya kalau switch digunakan hanya untuk 2 LNB sedangkan diseqC switch digunakan untuk 3 LNB atau lebih. Oh ya denger-denger kualitas switch 22k yang sekarang tidak lebih bagus daripada kualitas switch 22k yang dulu karena banyak pengurangan komponen. kalau switch 22k dulu dilengkapi dengan relay sebagai penguat sinyal sekarang diganti pakai transistor saja. Maka jangan heran kalau kadang kualitas gambar yang dihasilkan ada ‘noise’ nya.

Gue pakai switch 22k merk SKYVIEW. Beli di salah satu toko elektronik online di dearah jakarta barat seharga 25rb, murah nggak sih? Selain itu gue juga beli diseqC switch 4in1 buat proyek selanjutnya (niat mau pakai dish besar dengan 4 LNB atau lebih, doakan saja ya semoga sukses). Berikut penampakan perangkat yang gue beli.

2014-11-10 10.58.35

Pemasangannya nggak begitu sulit, tinggal colok aja satu LNB ke switch 0K kemudian LNB kedua ke switch 22K dan out ke receiver Anda. Lebih jelasnya bisa lihat skema di bawah ini:

2 LNB & Switch 22K

Sederhana, kan? yup semudah itu saja. Eit, tapi tunggu dulu, ada pengaturan yang harus disesuaikan karena sekarang kita sudah pakai switch untuk membagi sinyal antara 2 LNB. Di sini gue pakai receiver MHDE New jadi caranya masuk ke menu instalasi satelit, kemudian pilih antena dan centang satelit TEL*OM & IN*OV. Kemudian masuk ke pengaturan antena dan silahkan ikuti panduan pada gambar di bawah.

2014-11-13 21.23.18

Pada pengaturan antena pertama C band Tel*om pada pillihan 22K dimatikan. Kemudian cari channel transponder hingga muncul bar intensitas sinyal dan kualitas sinyal. Saran gue cari channel yang intensitas sinyal dan kualitasnya stabil. Bagus tapi nggak stabil bukan pilihan yang tepat.

2014-11-13 21.21.07Berikutnya pindah ke antena kedua S band Ind*v pada pilihan 22K dinyalakan. Kemudian cari channel transponder sama seperti yang dilakukan tadi. Jika sudah keluar kemudian simpan pengaturan. Nah, sekarang seharusnya kita sudah berhasil mengkonfigurasikan switch 22k ke 2 LNB yang berbeda. Mari kita coba buka channel HBO di layanan Ind*v

2014-11-13 22.38.11

Oke sudah muncul gambarnya. Kemudian kita pindah ke channel HBO di layanan Telk*m.

2014-11-13 22.39.22

Sudah bisa juga kan? Horrayy sekarang saatnya movie marathon dehh.. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hi there, welcome to my personal blog. Hope you enjoy visiting here. If you’d like to get in touch with me for either commercial and training purpose, feel free to reach my contact page. Cheers!