{"id":136,"date":"2008-07-12T16:43:32","date_gmt":"2008-07-12T16:43:32","guid":{"rendered":"http:\/\/sebayan9.wordpress.com\/?p=136"},"modified":"2008-07-12T16:43:32","modified_gmt":"2008-07-12T16:43:32","slug":"bahagiakah-pasangan-yang-menikah-hanya-karena-cinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rachmadona.net\/?p=136","title":{"rendered":"Bahagiakah pasangan yang menikah hanya karena cinta?"},"content":{"rendered":"<p>Barangkali kisah ini bisa menjadi renungan bagi kita, utamanya yang<br \/>\ningin berumah tangga :<\/p>\n<p>Alkisah, seorang pemuda miskin bernama Yogi Prasetyo, berasal dari<br \/>\nPurwokerto, Jawa Tengah. Keluarganya hanyalah keluarga sederhana,<br \/>\nkalau tidak bisa disebut miskin. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai<br \/>\ntukang jahit di desanya.<\/p>\n<p>Karena kegigihannya, Yogi berhasil kuliah di FE UGM walaupun dengan<br \/>\nbiaya seadanya. Semasa semester 4 di kampus, Yogi jatuh hati pada<br \/>\nseorang gadis bernama Ayu Wulaningrum, juga sama-sama kuliah di<br \/>\nfakultas yang sama.<\/p>\n<p>Ayu adalah putri seorang bupati ternama di daerah Yogyakarta dan<br \/>\njuga masih keturunan keraton. Walaupun secara ekonomi mereka jauh<br \/>\nberbeda, namun tidak menghalangi keduanya untuk saling mencintai.<\/p>\n<p>Ayah Ayu yang mengetahui putrinya begitu mencintai pemuda dari<br \/>\nketurunan biasa, tak mampu mencegah gelora cinta putrinya. Maka<br \/>\nbegitu keduanya telah lulus, pernikahan keduanyapun diselenggarakan<br \/>\ndengan megah. Pesta besar-besaran digelar untuk mengiringi<br \/>\npernikahan putrinya.<\/p>\n<p>Ayah Yogi yang tak punya banyak harta, hanya bisa memberikan bantuan<br \/>\nsumbangan pakaian, sprei, sarung bantal, yang semuanya ia buat dan<br \/>\nia jahit sendiri khusus untuk pernikahan putranya.<\/p>\n<p>Bahagiakah Ayu bersanding dengan Yogi ?<\/p>\n<p>Ternyata kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Tibalah saatnya<br \/>\nmalam pengantin tiba. Mereka berduapun memasuki peraduan dengan<br \/>\nbahagia. Namun, ketika Yogi membuka pakaiannya dan tinggal memakai<br \/>\ncelana kolor, berteriaklah Ayu dengan keras, sebelum akhirnya<br \/>\npingsan tak sadarkan diri. Semua penghuni rumah dari kerabat dan<br \/>\nkeluarga Ayu pun berdatangan melihat kejadian itu. Yogi masih dalam<br \/>\nkebingungan dan mencari tahu kenapa istrinya histeris dan<br \/>\npingsan. Dilihatnya celana kolor yang ia pakai. Aduh, Yogi lupa<br \/>\nkalau celana kolor itu jahitan ayahnya, dibuat dari kain bekas<br \/>\nwadah tepung terigu.<\/p>\n<p>Di tengah celana kolor itu masih terpampang jelas tulisan, &#8220;BERAT<br \/>\nBERSIH 25 KG&#8221;.<br \/>\nTentu saja Ayu langsung pingsan melihatnya. Ayu tidak bisa<br \/>\nmembayangkan<br \/>\nseberapa besar isinya dengan berat segitu.<\/p>\n<p>Jangan terlalu serius dong bacanya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Barangkali kisah ini bisa menjadi renungan bagi kita, utamanya yang ingin berumah tangga : Alkisah, seorang pemuda miskin bernama Yogi Prasetyo, berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah. Keluarganya hanyalah keluarga sederhana, kalau tidak bisa disebut miskin. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit di desanya. Karena kegigihannya, Yogi berhasil kuliah di FE UGM walaupun dengan biaya seadanya.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[133,246],"class_list":["post-136","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-cyberjoke","tag-cyberjoke","tag-joke"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=136"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/136\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}