{"id":1396,"date":"2014-05-19T08:33:10","date_gmt":"2014-05-19T01:33:10","guid":{"rendered":"http:\/\/sebayan9.wordpress.com\/?p=1396"},"modified":"2014-05-19T08:33:10","modified_gmt":"2014-05-19T01:33:10","slug":"vpn-server-menggunakan-windows-7","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rachmadona.net\/?p=1396","title":{"rendered":"VPN Server Menggunakan Windows 7"},"content":{"rendered":"<p>Seperti biasa selain bekerja di salah satu perusahaan swasta, gue juga jadi pekerja lepas buat ngurusin projek-projek dari yang simpel sampai yang kompleks sekalipun. Gue nggak pernah memandang mau dapet projek kecil kek, gede kek, yang penting intinya ada kerjaan. Selain itu gue punya prinsip sederhana, cuma ingin berbagi pengetahuan dengan yang lain dan berharap ada relasi dan pengetahuan lain yang didapat.<\/p>\n<p>Beberapa hari ke depan gue dapet kerjaan di daerah bekasi timur. Kerjaannya cukup simpel, membuat PPTP Server terkait kebutuhan remote aplikasi. Setelah datang dan melakukan survey ternyata kantor yang sekarang jadi client gue belum punya infrastruktur yang memadai, khususnya server. Iya, server! Nah, kalau sudah begini gimana cara bangun PPTP servernya? Gue coba cek perangkat jaringannya dan hasilnya tidak support buat PPTP server! Makin bingung deh jadinya.<\/p>\n<p>Gue berfikir sejenak gimana caranya supaya si client bisa masuk ke jaringan lokal hanya dengan bermodalkan PC (yang dianggap sebagai server) dan sistem operasi Windows 7 versi pak tani (baca: bajakan :p).<\/p>\n<p>Setelah beberapa lama berfikir dan menjelajah dunia web, gue menemukan sebuah solusi yang dapat memenuhi permintaan client gue kali ini, yaitu VPN Server menggunakan Windows 7. Sempat nggak percaya sih baca artikelnya karena gue sekalipun belum pernah men-setting fitur PPTP server pada sebuah sistem operasi desktop, kecuali linux ya. Biasa sih kalau nggak di perangkat jaringan ya mentok menggunakan fitur di Windows Server.<\/p>\n<p>Ok, mari kita langsung ke prakteknya.<\/p>\n<p>Pertama, kita harus punya PC yang diinstal Windows 7. Terserah mau pakai yang versi mana saja. Tapi yang gue pakai saat melakukan trial adalah versi professional. Kemudian kita setting supaya si Windows 7 dapat menjadi PPTP Server.<\/p>\n<p>Klik tombol Start (logo windows) kemudian ketik &#8216;Network connections&#8217;, pilih view network connections.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot583.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1420 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot583.jpg?w=236\" alt=\"ScreenShot583\" width=\"236\" height=\"300\" \/><\/a>Klik tombol ALT kemudian pilih File &#8211; New incoming connection&#8230;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot585.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1421 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot585.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot585\" width=\"300\" height=\"269\" \/><\/a>Pilih user yang nantinya dapat melakukan koneksi PPTP (contoh: vpnuser1).<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot586.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1422 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot586.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot586\" width=\"300\" height=\"218\" \/><\/a>Kemudian centang pilihan Through the internet.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot587.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1426 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot587.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot587\" width=\"300\" height=\"97\" \/><\/a>Lalu kita atur preferensi IP untuk incoming connections. Klik properties pada TCP\/IP v4.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot590.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1429 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot590.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot590\" width=\"300\" height=\"216\" \/><\/a>Jika di dalam local network Anda sudah terdapat DHCP server, maka Anda dapat menggunakan pilihan Assign IP addresses automatically using DHCP. Jika tidak, beri range IP local network yang memang sudah disediakan oleh Anda khusus untuk koneksi PPTP (Contoh: 192.168.1.10~20).<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot589.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1428 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot589.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot589\" width=\"300\" height=\"233\" \/><\/a>Ingat bahwa IP yang Anda atur harus sesuai dengan range IP local network. Jika tidak, maka Anda tidak akan dapat mengakses local network. Jika sudah selesai klik OK lalu pilih Allow access.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot591.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1430 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot591.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot591\" width=\"300\" height=\"154\" \/><\/a>Proses pembuatan PPTP Server telah selesai. Jika Anda lihat halaman network connections ada icon baru bernama Incoming connections. Saat ini belum ada koneksi yang masuk oleh karena itu statusnya masih &#8216;No clients connected&#8217;.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot592.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1431 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot592.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot592\" width=\"300\" height=\"99\" \/><\/a>Kemudian kita akan coba membuat konfigurasi untuk melakukan VPN menggunakan PPTP dari komputer client. Misalkan Anda sedang di luar kantor ingin mengakses resource di kantor.<\/p>\n<p>PS: sebelum masuk ke langkah selanjutnya, ada hal yang perlu diperhatikan; karena jenis PPTP yang kita buat kali ini secara topologi ada di belakang modem\/router, maka Anda perlu mengaktifkan fitur Port Forwarding\u00a0 supaya koneksi PPTP yang masuk dari luar (publik) dapat diteruskan ke perangkat yang dimaksud (PPTP server). Port yang digunakan untuk koneksi PPTP adalah port 1723, jenis TCP.<\/p>\n<p>Cara membuat konfigurasi untuk PPTP client adalah sbb;<\/p>\n<p>Seperti biasa klik tombol windows kemudian ketik network connections, pilih setup VPN connections.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot593.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1432 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot593.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot593\" width=\"300\" height=\"99\" \/><\/a>Pilih Let me decide later apabila Anda belum memiliki koneksi internet.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot594.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1433 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot594.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot594\" width=\"300\" height=\"211\" \/><\/a>Pada kolom internet address, isi dengan IP publik komputer target (ingat IP publik bukan IP local). Dalam contoh kali ini gue emang mencoba pakai IP local karena keterbatasan internet (baca: fakir internet). Kolom destination name dapat diisi dengan nama PC target \/ sesuai dengan keinginan Anda.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot595.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1434 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot595.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot595\" width=\"300\" height=\"201\" \/><\/a>Klik connect dan Anda sudah terhubung dengan network local pada kantor Anda.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot5971.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1438 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot5971.jpg?w=258\" alt=\"ScreenShot597\" width=\"258\" height=\"300\" \/><\/a>Pada komputer PPTP server terdapat satu incoming connections, yaitu vpnuser1.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot5981.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1437 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot5981.jpg?w=300\" alt=\"ScreenShot598\" width=\"300\" height=\"29\" \/><\/a>Jika kita lihat konfigurasinya, vpnuser1 mendapatkan IP local 192.168.10.12.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot5991.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1436 aligncenter\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2014\/05\/screenshot5991.jpg\" alt=\"ScreenShot599\" width=\"236\" height=\"166\" \/><\/a>Selesai!!<\/p>\n<p>Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat buat kalian yang ingin membuat VPN rumahan tanpa perlu menyediakan sebuah server &#8216;beneran&#8217; atau perangkat khusus yang memiliki fitur PPTP server.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti biasa selain bekerja di salah satu perusahaan swasta, gue juga jadi pekerja lepas buat ngurusin projek-projek dari yang simpel sampai yang kompleks sekalipun. Gue nggak pernah memandang mau dapet projek kecil kek, gede kek, yang penting intinya ada kerjaan. Selain itu gue punya prinsip sederhana, cuma ingin berbagi pengetahuan dengan yang lain dan berharap&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,18],"tags":[],"class_list":["post-1396","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-computer","category-server"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1396","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1396"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1396\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}