{"id":66,"date":"2008-05-07T13:48:30","date_gmt":"2008-05-07T13:48:30","guid":{"rendered":"http:\/\/sebayan9.wordpress.com\/?p=66"},"modified":"2008-05-07T13:48:30","modified_gmt":"2008-05-07T13:48:30","slug":"kamu-bohong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rachmadona.net\/?p=66","title":{"rendered":"Kamu bohong!!"},"content":{"rendered":"<p>Kamu Bohong!!!<\/p>\n<p>Seorang bos di sebuah perusahaan melakukan perselingkuhan<br \/>\ndengan sekretarisnya. Karena nafsu sudah di ubun-ubun, pagi<br \/>\nitu mereka cabut dari kantor menuju rumah si sekretaris.<\/p>\n<p>Mereka kemudian bercinta dengan menggebu-gebu sampai<br \/>\nakhirnya keduanya kecapaian dan tertidur pulas selama berjam<br \/>\njam. Ketika bangun, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.<br \/>\nSetengah panik, si bos segera mengenakan pakaiannya.<br \/>\nKemudian ia menyuruh sekretarisnya untuk membawa sepatunya<br \/>\nke luar serta mengotorinya dengan rumput dan lumpur di<br \/>\nhalaman. Setelah si sekretaris melakukan perintahnya, sang<br \/>\nbos segera mengenakan sepatu kotor tersebut dan berlari<br \/>\nmenuju rumahnya.<\/p>\n<p>&#8220;Dari mana<br \/>\nkamu?&#8221;<br \/>\nbentak istrinya ketika si bos masuk rumah.<\/p>\n<p>&#8220;Sayang, aku nggak akan bohong sama kamu. Aku berselingkuh<br \/>\ndengan sekretarisku, kami bercinta sepanjang siang hingga<br \/>\nsore tadi sampai kecapaian. Aku baru bangun beberapa menit<br \/>\nyang lalu dan kemudian berlari pulang,&#8221; kata si suami.<\/p>\n<p>Si istri memandangi suaminya sampai akhirnya matanya<br \/>\ntertumbuk ke sepatu yang dipakai suaminya. &#8220;Kamu bohong!<br \/>\nAku tahu kamu pasti keasyikan main golf lagi!!!&#8221;<\/p>\n<p>++++++++++++++++++<\/p>\n<p>Ganti Pakaian<\/p>\n<p>Dalam Kompi C sebuah pasukan sudah berbulan-bulan bertugas<br \/>\ndi pedalaman Irian Jaya, sampai suatu ketika mereka<br \/>\ndikumpulkan oleh sang komandan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ada dua berita untuk kalian, berita bagus dan berita<br \/>\nburuk. Berita bagusnya, hari ini pakaian dalam kita akan<br \/>\ndiganti&#8230;&#8221; &#8220;Horeeee! Siap, komandan!&#8221; seru seluruh<br \/>\nanggota pasukan<br \/>\ndengan<br \/>\nsukacita.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, sekarang berita buruknya. Bambang, ganti pakaian<br \/>\ndalammu dengan punya Joko. Iwan, kamu ganti dengan punya<br \/>\nBudi&#8230;&#8221;<\/p>\n<p>++++++++++++++++++<\/p>\n<p>Penipu!<\/p>\n<p>Di suatu sidang pengadilan, Pak Hakim meminta terdakwa<br \/>\nberdiri untuk mendengarkan tuntutan. &#8220;Saudara didakwa<br \/>\nmembunuh seorang guru SMA dengan menggunakan gergaji mesin!&#8221;<br \/>\nkata hakim. Dari deretan meja pengunjung terdengar<br \/>\nseseorang berteriak, &#8220;Kurang ajaaarrr!!!&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Harap tenang. Ini ruang sidang!&#8221; bentak hakim. Ia<br \/>\nkemudian melanjutkan tuntutannya, &#8220;Saudara juga didakwa<br \/>\nmelakukan pembunuhan terhadap seorang loper koran dengan<br \/>\nmenggunakan sekop!&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Bajingannnnn!!!&#8221; teriak pengunjung yang tadi.<\/p>\n<p>&#8220;Tenang, harap tenang!&#8221; teriak hakim nggak kalah kerasnya.<br \/>\n&#8220;Selanjutnya,saudara terdakwa juga dituduh melakukan<br \/>\npembunuhan<br \/>\nterhadap<br \/>\nseorang tukang pos dengan menggunakan<br \/>\nbor listrik!&#8221; kata hakim sambil memandangi terdakwa.<\/p>\n<p>&#8220;Keparatttt!!!!&#8221; teriak pengunjung tadi tanpa bisa ditahan.<\/p>\n<p>Dengan geram hakim berkata, &#8220;Jika anda tidak bisa memberikan<br \/>\nalasan kenapa berulah seperti ini, maka saya akan<br \/>\nmendudukkan anda di kursi pesakitan dengan tuduhan menghina<br \/>\npengadilan!&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Saya adalah tetangga terdakwa selama sepuluh tahun terakhir,<br \/>\nPak Hakim. Dan setiap kali saya ingin meminjam gergaji,<br \/>\nbor, atau sekop, dia selalu bilang nggak punya!!!&#8221;<\/p>\n<p>++++++++++++++++++<\/p>\n<p>Pakai Sabun yang Banyak!<\/p>\n<p>Sorang wanita membawa cuciannya ke sebuah laundry. Ketika<br \/>\nkembali, ternyata masih ada noda kotor di pakaian dalamnya.<br \/>\nSeminggu kemudian ketika ia kembali ke laundry tersebut,<br \/>\ndiselipkannya sebuah catatan di pakaian dalamnya: &#8220;Pakai<br \/>\nsabun yang<br \/>\nbanyak!&#8221; Hal ini<br \/>\nberlangsung terus-menerus,<br \/>\nberminggu-minggu, sampai akhirnya si pemilik laundry sebel.<br \/>\nAkhirnya ketika mengembalikan cucian, si pemilik laundry<br \/>\nmenyelipkan catatan balasan di pakaian dalam si wanita yang<br \/>\nbunyinya: &#8220;Pakai pembalut yang banyak!&#8221;<\/p>\n<p>++++++++++++++++++<\/p>\n<p>Tahukah Nyonya Caranya Bercinta?<\/p>\n<p>Ini cerita di sebuah peternakan. Seorang pria melangkah ke<br \/>\nrumah tetangganya dan mengetuk pintu. Ketika nyonya rumah<br \/>\nmembuka pintu, si pria bertanya, &#8220;Apakah Nyonya tahu<br \/>\ncaranya bercinta?&#8221;<\/p>\n<p>Tentu saja si nyonya rumah marah dan membanting pintu.<br \/>\nNamun, si pria tetap mengetuk pintu rumah tadi dan<br \/>\nmengajukan pertanyaan yang sama. Kali ini si nyonya<br \/>\nmenjerit sekeras-kerasnya sambil mengusir tamu tidak senonoh<br \/>\ntadi. Malam itu juga si nyonya menceritakan kejadian<br \/>\nmemalukan tadi kepada suaminya.<\/p>\n<p>Si suami berjanji<br \/>\nbahwa ia akan tinggal di rumah keesokan<br \/>\nharinya untuk menghadapi si tamu kurang ajar seandainya ia<br \/>\nmuncul lagi. Ternyata benar, keesokan harinya pria yang<br \/>\nsama datang lagi dan mengetuk pintu. Nyonya rumah segera<br \/>\nmembuka pintu sementara suaminya bersembunyi sambil membawa<br \/>\nsenapan.<\/p>\n<p>Si tamu kembali bertanya, &#8220;Nyonya, tahukah anda caranya<br \/>\nbercinta?&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Tentu saja, kenapa anda menanyakannya?&#8221; si nyonya balik<br \/>\nbertanya.<\/p>\n<p>&#8220;Baguslah,&#8221; kata si tamu. &#8220;Kalau begitu, puaskanlah suami<br \/>\nanda dan beritahu dia untuk menjauhi istri saya!!!&#8221;<\/p>\n<p>++++++++++++++++++<\/p>\n<p>Sampai Nanti&#8230;<\/p>\n<p>Ini pengalaman di Changi Airport waktu menunggu pesawat<br \/>\npulang ke Indonesia. Entah<br \/>\nkenapa tiba2 perut saya terasa<br \/>\nmulas. Langsung saja saya masuk ke WC yang saat itu<br \/>\nkebetulan sepi.<\/p>\n<p>Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata:<br \/>\n&#8220;Gimana dik?<\/p>\n<p>Baik aja?&#8221; Kedengerannya dari WC sebelah. Kaget juga,<br \/>\ndarimana dia tahu saya orang Indonesia. Karena saya nggak<br \/>\nbiasa ngobrol sama orang yg belum dikenal maka saya jawab<br \/>\naja: &#8220;Ya, baik.&#8221;<\/p>\n<p>Eh, dia nanya lagi: &#8220;Sekarang gimana, sudah krasa lega?&#8221;<\/p>\n<p>Wah, pertanyaan macam apa itu? Ada-ada aja. Baru juga<br \/>\nnongkrong semenit, jadi saya jawab aja sekenanya: &#8220;Lumayan.&#8221;<\/p>\n<p>Dia jawab lagi:<br \/>\n&#8220;Sama dong&#8230; tapi saya ada masalah dikit<\/p>\n<p>nih&#8221;<\/p>\n<p>Saya mulai curiga, lalu gantian saya yang tanya: &#8220;Masalah<br \/>\napa pak?&#8221;<\/p>\n<p>Dia langsung jawab: &#8220;Iniii&#8230; ada orang culun di WC sebelah<br \/>\nikut-ikutan njawab pertanyaan saya, gimana kalau nanti saya<br \/>\ntelpon lagi? Ya &#8230; sampai nanti&#8230;&#8221; *tut*<\/p>\n<p>++++++++++++++++++<\/p>\n<p>NENEK DAN KACANG MEDE<\/p>\n<p>Ibu Mira sebagai penduduk baru di komplek rumahnya, datang<br \/>\nke rumah tetangga sebelahnya yang dihuni oleh satu orang<br \/>\nnenek-nenek.<\/p>\n<p>Ibu Mira: Nek, kenalin nek, saya tetangga baru nenek, nama<br \/>\nsaya Mira.<br \/>\nNenek : Oh, silakan duduk&#8230; silakan duduk.<\/p>\n<p>Pas lagi ngobrol, di meja ada setoples kacang mede.<br \/>\nIbu Mira: Wah nek, boleh yah saya cicipi kacang medenya<br \/>\nNenek : oh&#8230; yah&#8230; yah&#8230;, boleh&#8230; boleh&#8230; boleh.<\/p>\n<p>Saking enaknya kacang mede tersebut, sampai habis<br \/>\nsatu<br \/>\ntoples.<br \/>\nIbu Mira: wah, maaf nek,<br \/>\nkacang medenya sampai habis nih&#8230;<br \/>\nNenek : Oh, nggak apa-apa koq, nenek juga nggak bisa<br \/>\nmakan, maklum gigi nenek udah nggak kuat, Nenek kan sering<br \/>\ndikirimin sama cucu nenek coklat silver queen, nenek hanya<br \/>\nmampu jilatin coklatnya aja, dan kacang medenya yah itu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu Bohong!!! Seorang bos di sebuah perusahaan melakukan perselingkuhan dengan sekretarisnya. Karena nafsu sudah di ubun-ubun, pagi itu mereka cabut dari kantor menuju rumah si sekretaris. Mereka kemudian bercinta dengan menggebu-gebu sampai akhirnya keduanya kecapaian dan tertidur pulas selama berjam jam. Ketika bangun, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Setengah panik, si bos segera mengenakan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[246],"class_list":["post-66","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-cyberjoke","tag-joke"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/66","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=66"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/66\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=66"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=66"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=66"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}