{"id":836,"date":"2010-11-23T09:44:25","date_gmt":"2010-11-23T02:44:25","guid":{"rendered":"http:\/\/sebayan9.wordpress.com\/2010\/11\/23\/my-new-rig\/"},"modified":"2010-11-23T09:44:25","modified_gmt":"2010-11-23T02:44:25","slug":"my-new-rig","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rachmadona.net\/?p=836","title":{"rendered":"My New Rig"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\">Umm. Balik lagi nulis disini deh. Setelah sekian lama bekerja demi memperbaiki kehidupan ekonomi gue, akhirnya kesampaian juga beli beberapa perangkat komputer buat maen gem. Sempet vakum selama kurang lebih 2 <strike>jam<\/strike> tahun ngga maen gem membuat hidup gue berasa benar2 hampa! (lebay mode: on).<\/p>\n<p align=\"justify\">Intermezzo.<\/p>\n<p align=\"justify\">Well, dulu sempet punya rig yang bener2 yahud di jamannya (sekitar tahun 2005 <strike>SM<\/strike>) dengan spek sbb;<\/p>\n<ol>\n<li>\n<div align=\"justify\">Proc Athlon64 3000+<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\">Mobo PCpartner<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\">VGA HIS X1300 -&gt; RMA&nbsp;X1550 (genep setahun rusak langsung diganti baru sm distronya)<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\">PowerLogic Case + PSU built in<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\">WDC SATA2 120GB<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\">Corsair 256MB x2<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\">Altec Lansing Speaker ATP3<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\">Advance CRT 17&rdquo;<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\">Simbadda Keyboard + Mouse<\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\">DVD-combo Samsung<\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p align=\"justify\">Gimana? lumayan bagus kan? spek diatas dirancang oleh temen gue (karna gue masih gaptek soal ngerakit2 komputer<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2010\/11\/smile8.gif\" \/>) dan gue&nbsp;tebus dengan duid 50rb dikali 160 biji a.k.a 8jutaan. Gem macem GTA Vice City &amp; San Andreas, Need for Speed UG, SimCity, Drive bahkan Fear masih&nbsp;sanggup jalan dengan <em>smooth<\/em>.<\/p>\n<p align=\"justify\">Hari berganti hari, bulan berganti&nbsp;bulan, tahun&nbsp;berganti tahun.<\/p>\n<p align=\"justify\">Tepat 3 tahun sesudahnya gue memutuskan untuk upgret RAM dan HDD. Kapasitas storage gue sudah ga sanggup lagi menampung data2 yang kebanyakan isinya film2 <strike>ga bener<\/strike>&nbsp;dan gem2 kelas berat. RAM 512MB-pun sudah terseok-seok dengan kebutuhan gem2 saat itu. <\/p>\n<p align=\"justify\">Meluncur lah&nbsp;gue ke TKP -&gt; manggga 2 (baca: mangga dua, bukan mangga-mangga<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2010\/11\/smile4.gif\" \/>) buat beli HDD. Berhubung masih belum punya referensi bagus tentang HDD, jadi gue coba beli yang&nbsp;banyak orang beli aja deh, yaitu merek Seagate 250GB.&nbsp;Sesampainya dirumah dengan perasaan senang gue coba gabung HDD lama &amp; yang baru, hasilnya GA KEDETEK!. Usut punya usut ternyata Mobo yang gue pake belon support plug &lsquo;n play Sata, jadi kalau mau pake HDD sata lebih dari satu maka harus injeksi <em>controller-<\/em>nya (RAID) terlebih dahulu ditiap2 HDD. Oh damn. Nasib serupa juga gue alamin ketika beli RAM. Jauh2 dateng ke pondok cabe pas dipasang malah nge-hang nih komputer. Oh damn lagi.<\/p>\n<p align=\"justify\">Well, akhirnya semua perangkat komputer gue jual secara terpisah (biar untung lebih banyak<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2010\/11\/smile4.gif\" \/>), kecuali si kesing.<\/p>\n<p align=\"justify\">Off to the topic.<\/p>\n<p align=\"justify\">Sekarang, setelah turun gunung mengemban ilmu <strong>IT<\/strong> dari kasepuhan kanjeng <strike>roy<\/strike> sukro selama bertahun-tahun, gue mau coba ngerakit komputer sendiri. Namun, tentunya mencari sumber referensi tetap mengandalkan paman gugel &amp; kawan2<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2010\/11\/smile5.gif\" \/>. Ada beberapa pertimbangan awal yang harus gue perhatikan, salah satunya adalah masalah listrik. Ga mau dong lagi enak2 nya maen gem tiba2 listrik ngejepret alias anjlok. Nah disini perhitungannya ; (gue asumsikan&nbsp;kondisi dimana ketika gue maen gem)&nbsp;<\/p>\n<blockquote style=\"margin-right:0;\">\n<p align=\"justify\">Lampu: 3 x 8W = 24W<\/p>\n<p align=\"justify\">Lampu: 2 x 14W = 28W<\/p>\n<p align=\"justify\">Kulkas: 1 x 75W = 75W<\/p>\n<p align=\"justify\">Magic Jar: 1 x 60 W (warm) = 60W<\/p>\n<p align=\"justify\">TV: 1 x 75W = 75W<\/p>\n<p align=\"justify\">AC: 1 x 520W = 520W<\/p>\n<p align=\"justify\">Total Max daya terpakai -&gt; 782W<\/p>\n<p align=\"justify\">Daya VA rumah gue 1300VA, berarti sisa daya = 1300W &ndash; 782W = 518W<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Oleh karena itu kebutuhan listrik untuk komputer gue alokasikan &lt;550 watt yang disedot dari tembok PLN. Itu artinya dengan kemampuan power supply (PSU)&nbsp;<em>with 80+ efficiency<\/em>, maka PSU maksimal yang dianjurkan adalah sbb;<\/p>\n<blockquote style=\"margin-right:0;\">\n<p align=\"justify\">550W * 80\/100% (efficiency) = 440W -&gt; 450W (ga ada PSU yang 440W)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\">Kemudian pertimbangan selanjutnya adalah masalah kebutuhan dan bujet (dana). Rencananya <em>my new rig<\/em> gue khususkan untuk&nbsp;kelas mainstream&nbsp;hingga&nbsp;high end gaming. So otomatis&nbsp;<em>peripheral<\/em> yang dibutuhkan pastinya harus bener2 <em>high end<\/em> juga (artinya nyedot duit). Eeh&nbsp;tapi tetep memperhatikan sumber dana juga sih, hehe.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><strong>Plan <\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" alt=\"Plan 2\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2010\/11\/plan_202_small.jpg\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\">Perangkat pertama yang gue butuhkan adalah prosesor. Ada dua vendor raksasa dalam perakitan prosesor, AMD dan Intel. Lalu manakah yang lebih baik? pada dasarnya kedua pilihan tersebut sama baiknya. Tinggal anda yang menentukan lebih sreg pake yang mana. Tapi jika boleh memberi saran maka <strong>gue prefer intel jika gue punya bajet lebih. Kalo pas2an, ya mending AMD<\/strong> lah. Nah, berhubung bajet gue mepet tapi pengen yang bagus jadi pilihan gue jatuh pada prosesor Athlon II X4 640. Kenapa gue milih Athlon X4 dibanding Phenom X3?&nbsp;meskipun dilihat dari sisi harga memang <em>beti<\/em> tapi kemampuan untuk menghandle <em>multitasking<\/em> jelas lebih unggul X4.<\/p>\n<blockquote style=\"margin-right:0;\">\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Tips: Usahakan pemilihan kemampuan prosesor&nbsp;sebanding dengan kemampuan VGA untuk menghindari efek <em>bottleneck <\/em>sehingga kemampuan keduanya tidak bisa keluar dengan maksimal<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Kemudian loncat ke Mobo alias motherboard. Pilihanpun makin banyak, dari merek ASUS, GIGABYTE, ASrock, DFI dll. Lalu manakah yang bagus untuk dipilih? lagi2 gue mempertimbangkan beberapa faktor diantara lain adalah;<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<div align=\"justify\"><span class=\"artb\">Konektifitas&nbsp;-&gt; Harus ada port IDE, port PS\/2 (konvensional tp amat berguna). SATA3 &amp; USB3 ga perlu karena masih dalam tahap pengembangan.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\"><span class=\"artb\">Fitur -&gt; instanboot (load program tanpa OS) &amp; Menu Overclock yang bagus<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\"><span class=\"artb\">Durability (with solid capasitor) &amp; Garansi<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\"><span class=\"artb\">Murah tapi ga murahan<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2010\/11\/smile3.gif\" \/><\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p align=\"justify\"><span class=\"artb\">Dari syarat diatas tersebutlah 2 merek mobo, yaitu Biostar &amp; Asrock. Seri yang gue ambil adalah seri&nbsp;880GM-LE untuk ASrock &amp;&nbsp;TA785G3+ untuk Biostar. Namun, berhubung ketika beli yang ada hanya Asrock ya mau ga mau gue ambil yang ASrock. Oh ya, perhatikan kebutuhan pin PSU untuk mobo. Sesuaikan dengan PSU.<\/span><\/p>\n<blockquote style=\"margin-right:0;\">\n<p align=\"justify\"><span class=\"artb\">Tips memilih mobo (berdasarkan pengalaman pribadi):<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<div align=\"justify\"><span class=\"artb\">ASUS -&gt; Kaya fitur, garansi lumayan, durabilty bagus, harga maknyus<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\"><span class=\"artb\"><\/span><span class=\"artb\">GIGABYTE -&gt; Fitur lumayan, durability ok, harga mahal, garansi lumayan<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div align=\"justify\"><span class=\"artb\"><\/span><span class=\"artb\">ECS -&gt;Fitur biasa,&nbsp;garansi panjang, harga terjangkau tp kurang bagus durability-nya<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Lanjut ke peripheral berikutnya, RAM. Singkatnya gue mau kapasitas memori 4GB dengan KIT (2x2GB)&nbsp;dibungkus heatspreader (pelepas panas). Sempat lihat katalog produk Corsair namun langsung pusing lihat harga2nya<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2010\/11\/smile8.gif\" \/>. Akhirnya hanya ada dua pilihan yang paling masuk ke kantong, yaitu Team Elite dan Patriot.&nbsp;Sayangnya Team Elite belum ada yang CL nya ketat. oleh karena itu gue ambil merek Patriot&nbsp;seri yang buat AMD gamer, yaitu PATRIOT PGS3 4G 1333 LLKA.<\/span><\/p>\n<blockquote style=\"margin-right:0;\">\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Tips: untuk platform AMD, gunakan CL yang ketat, misal 7&ndash;7&ndash;7 \/ 6&ndash;7&ndash;6. Sedangkan untuk Platform intel bisa gunakan CL 8&ndash;8&ndash;8 \/ 9&ndash;9&ndash;9. Jangan lupa prioritaskan Dual Channel aktif ketimbang Single channel untuk meningkatkan bandwidth memory.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Masalah pemilihan storage sebenarnya gue pilih berdasarkan pengalaman saja sih. Dari pertama punya HDD seagate terus rusak karena sering <em>powerloss<\/em>, cuma WDC yang bisa bertahan. Makanya sekarang pengen punya HDD WDC lagi deh. Pilihan awalnya sih WDC blue series, tp setelah baca review sana-sini ternyata seri yang paling cepat&nbsp;adalah Caviar black (namun boros daya). Ternyata lagi2 barang di distro ga ada jadi terpaksa ambil hitachi 1TB yang harganya jauh lebih murah dan ternyata setelah dibenchmark hasilnya kurang memuaskan.<\/span><\/p>\n<blockquote style=\"margin-right:0;\">\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Tips: Jangan gunakan HDD seri Green untuk primary partition (OS), namun gunakan hanya sebagai media penyimpanan saja. karena RPM nya bisa berubah-ubah dari 5400&ndash;7200 yang mana akan menambah waktu proses pencarian data.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Kartu grafik yang menjadi pilihan gue adalah XFX ATI HD4850. So, sebenarnya gue pengen beli seri 5000 (pengganti seri 4000)&nbsp;yang support directX 11, shader model 4 dan jauh lebih dingin. Tapii, lagii2, ga deh bukan karena&nbsp;barangnya ga ada tapi duitnya yang ga ada<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2010\/11\/smile4.gif\" \/>. Lagipula game2 sekarang masih jarang yang pake directx 11. Eh, untuk pasar VGA masih dikuasai oleh dua vendor besar yaitu ATI &amp; Nvidia. Pilihan dapat disesuaikan dengan bajet dan selera anda lagi. Ada yang bilang kalau penggunaannya untuk game cenderung ke VGA ATI, sedangkan untuk penggunaan rendering video\/grafis lebih bagus pake produk Nvidia. Tapi IMHO entah kenapa sedari dulu (tompi mode: off)&nbsp;gue selalu berprinsip kalo&nbsp;chipset mobonya ATI yaa VGA nya juga harus ATI, sedangkan kalo chipset mobonya Nvidia\/Intel baru pake VGA Geforce\/Nvidia.<\/span><\/p>\n<blockquote style=\"margin-right:0;\">\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\"><\/span><span class=\"artb\">Tips: Pilih VGA sesuai dengan kemampuan prosesor. Jangan sampai timpang karena akan ada efek <em>bottleneck<\/em>. VGA kelas High end membutuhkan daya 1&#215;6 pin PCI express&nbsp;dengan minimal PSU <strong>pure <\/strong>450Watt. Bahkan ada juga yang membutuhkan 2&#215;6 \/ 2+6 pin PCI express. Jangan gunakan PSU bawaan casing!.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Selanjutnya gue akan bahas masalah PSU alias <em>power supply unit<\/em>. perangkat ini perannya sangat vital. Selain bertugas menyalurkan tenaga ke tiap-tiap hardware, PSU yang bagus juga menjamin kelangsungan hidup mereka. Analogi nya jika Anda dipaksa berolahraga terus tetapi tidak ditunjang suplai vitamin dan energi yang baik, apa jadinya tubuh Anda? Yap, lelah bahkan berujung kelumpuhan total! (lebay). Saran gue adalah pakai PSU yang benar2 pure dan bersertifikasi 80+. Tapii sebelum menentukan berapa watt PSU yang harus Anda beli, alangkah baiknya jika Anda menghitung terlebih dahulu berapa kira2 daya yang akan dibutuhkan oleh sistem anda. Anda bisa gunakan simulasi penghitung daya milik outervision yang bernama PSUcalc. Oh ya, jangan lupa perhatikan daya VA listrik di rumah Anda. Jangan sampai kebutuhan daya untuk komputer melebihi beban VA rumah (baca lagi paragraf&nbsp; di awal postingan ini tentang listrik). Nah, karena gue udah menghitung daya maksimum yang gue perlukan untuk sistem (+-370 Watt), maka gue bisa tentukan PSU yang harus gue beli, yaitu range 430&ndash;450 Watt. Untuk urusan merek, pilihlah yang sudah benar2 teruji dan banyak reviewnya. Kalo gue sih percaya sama merek2 macem Corsair, Seasonic, Tagan, Cougar. Kalo mau nyoba PSU rasa indo tapi perform ga kalah sama luar punya pilih Muscle Power.<\/span><\/p>\n<blockquote style=\"margin-right:0;\">\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Tips: Ingat! hitung kebutuhan daya sistem sebelum membeli PSU. Rancanglah kebutuhan daya semaksimum mungkin agar menghindari&nbsp;kerusakan pada&nbsp;PSU. PSU yang bagus, memiliki komponen yang bagus pula, efisiensi yang bersertifikasi 80+, memiliki beban yang berat, dan tentunya Award &amp; review yang baik.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Untuk optikal drive, gue lebih memilih dari pengalaman aja. Dulu pengguna samsung tapi kalo burn cd\/dvd gagal terus<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2010\/11\/smile9.gif\" \/>.&nbsp;Setelah lama pake&nbsp;Asus, tiba2 ga bisa baca DVD. Sempet juga nyoba Liteon punya temen, konklusinya: lancar jaya selalu. Sekarang, setelah baca banyak info yang katanya Pioneer bagus, jadi nyoba Pionerr deh. Moga2 awet<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sebayan9.files.wordpress.com\/2010\/11\/smile1.gif\" \/>.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" align=\"justify\"><span class=\"artb\">Oke sekian dulu review2 nya, semoga bermanfaat untuk kita. Oh ya&nbsp;review ini hanya bersifat subjektif loh yang artinya&nbsp;bersumber dari opini, pengalaman pribadi dan sedikit referensi luar.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Umm. Balik lagi nulis disini deh. Setelah sekian lama bekerja demi memperbaiki kehidupan ekonomi gue, akhirnya kesampaian juga beli beberapa perangkat komputer buat maen gem. Sempet vakum selama kurang lebih 2 jam tahun ngga maen gem membuat hidup gue berasa benar2 hampa! (lebay mode: on). Intermezzo. Well, dulu sempet punya rig yang bener2 yahud di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32,6,14],"tags":[],"class_list":["post-836","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-did-you-know","category-information","category-personal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=836"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/836\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rachmadona.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}