Jakarta kebanjiran, di Bogor angin ribut

rumah ane kebakaran. Gara-gara kompor mleduk

Itulah sepenggal lirik lagu dari almarhum bang Ben(baca:Benyamin). Lagunya sih udah lama banget, tapi kenyataan kata dalam lirik tersebut, ‘Jakarta Kebanjiran’ akan terus menjadi mimpi buruk bagi penduduk khususnya wilayah jakarta. Sampah-sampah yang menggenang di kali, banyaknya pemukiman kumuh di bantaran sungai, dan daerah resapan air yang makin berkurang karena pembangunan gedung-gedung bertingkat dan apartemen yang megah bernilai ratusan milyaran rupiah agaknya akan menjadikan daerah kota Jakarta menjadi pusat kota metropolitan sekaligus sebagai pusat kota banjir.

Bagaimana pemerintah mencermati masalah ini? menurut saya pemerintah hanya berusaha untuk mengevakuasi korban dan memberikan bantuan untuk korban banjir. Padahal bukan hanya itu yang musti dilakukan, melainkan membenahi ruang tatakota, mengatur daerah resapan air yang baik, memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya membuang sampah sembarangan dan penyakit-penyakit yang dapat timbul dari banjir.

toh dalam konteksnya pemerintah hanya memberikan pengobatan, bukan pencegahan. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. 

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai warga DKI Jakarta untuk menangani masalah yang hampir tiap tahunnya mampir di didepan pintu rumah kita ini? mulailah dari diri kita sendiri, jangan membuang sampah sembarangan!